Pil Pahit Liverpool Vs Real Madrid

Ulasan  
Penyerang Liverpool Mohamed Salah menangis usai dikeluarkan akibat cedera dalam laga final Liga Champions melawan Real Madrid di Kiev, Ukraina, pada 26 Mei 2018
Penyerang Liverpool Mohamed Salah menangis usai dikeluarkan akibat cedera dalam laga final Liga Champions melawan Real Madrid di Kiev, Ukraina, pada 26 Mei 2018

Liverpool punya pengalaman pahit saat bertemu Real Madrid di final Liga Champions 2017/2018. The Reds takluk 1-3. Mereka harus puas menjadi runner up di final pertama mereka sejak 11 tahun tersebut. Yang menyesakkan, cara kalahnya kurang mengenakkan. Dua dari tiga gol Madrid tercipta melalui blunder.

Padahal kedua tim bermain sama ngotot sejak babak pertama dimulai di Kiev, Ukraina. Peluangnya terbilang 50-50. Madrid, saat itu dilatih Zinedine Zidane dan masih diperkuat Cristiano Ronaldo, memang tampil mengancam.

Namun The Reds arahan pelatih Jurgen Klopp juga tak kalah sengit. Beberapa kali Sadio Mane dan Mohamed Salah menebar serangan berbahaya.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Salah sayangnya terpaksa diboyong keluar lapangan pada babak pertama. Jegalan pemain belakang Los Blancos, Sergio Ramos membuatnya cedera dan harus diganti.

Namun, bukan itu nasib ternahas yang dialami Liverpool. Kemalangan terbesar justru datang pada menit 51'. Yakni dari kiper andalan mereka Loris Karius.

Karius sebenarnya tidak tampil buruk-buruk amat dalam laga ini. Beberapa kali ia menunjukkan penyelamatan baik. Namun, kejadian pada sepuluh menit pertama babak kedua langsung merusak susu sebelangga.

Berawal dari umpan jauh pemain Real Madrid dari tengah ke depan gawang menuju Karim Benzema, Karius mampu mengamankannya dengan mudah. Ia pun dalam kondisi leluasa menguasai bola.

Namun, seperti kurang bersabar, ia langsung mencoba melempar bola dari dalam kotak ke pemain di posisi kanan. Padahal Benzema masih berada dekat mengintai membayangi.

Sejurus bola operan lepas dari tangannya, eh, striker Madrid tiba-tiba menjulurkan kaki kanan, memblok umpan. Karius hanya terpaku saat bola memantul mengalir ke dalam gawang. Madrid pun unggul lebih dahulu 1-0.

Liverpool sempat bernapas lega setelah Sadio Mane sukses menyarangkan gol balasan pada menit 54'. Sayang kedudukan imbang tidak bertahan lama. Pada menit 63' giliran tendangan balik badan Gareth Bale mengubah kedudukan menjadi 2-1.

Pertandingan masih menyisakan sekitar 27 menit lagi. Liverpool sebenarnya masih punya peluang cukup untuk menyamakan kedudukan. Beberapa serangan tajam sempat dilancarkan. Sadio Mane nyaris mencetak gol kedua bila tidak membentur tiang gawang.

Namun, harapan itu seperti berserakan pada menit 82'. Di saat berniat keras membalas, Liverpool malah kecolongan gol lagi. Sejumlah pandit menilainya sebagai blunder fatal kedua Karius.

Tendangan Bale dari luar kotak jadi gara-garanya. Bola, secara kasat mata, meski cukup kencang, sebenarnya mengarah tepat ke Karius.

Penjaga gawang bertinggi 1,89 meter itu pun sempat menyentuhnya menggunakan kedua tangan, penonton mungkin yakin ia bakal menangkapnya. Namun entah kenapa, bola terpeleset dari jari dan malah masuk kiri gawang.

Tak hanya Liverpool, gol tersebut juga mungkin kejutan tak disangka bagi Real Madrid. Hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan, kedudukan 3-1 bertahan.

Suporter dan pemain Los Blancos pun langsung tenggelam dalam euforia. Madrid akhirnya memastikan diri mengangkat trofi ke-13 mereka di Liga Champions. Liverpool hanya bisa tertunduk lemas dan terpaksa ikhlas menyandang juara kedua di final kali ini.

Perempat Final Liga Champions 2020-2021

Liverpool, semusim setelah kekalahan menyakitkan di Kiev, sebenarnya mampu melakukan comeback. Mereka kembali perkasa melaju kencang hingga final dan sukses juga menyabet trofi Liga Champions (musim 2018-2019) usai menaklukkan Tottenham Hotspur 2-0.

Namun, peluang membalas Real Madrid baru datang pada musim Liga Champions 2020-2021. Keduanya bertemu di perempat final. Sayangnya, dari laga yang berlangsung dua leg, The Reds belum jua mampu menaklukkan Los Blancos.

Leg pertama dilakoni di stadion latihan Real yang diselenggarakan secara tertutup. Saat itu Santiago Bernabeu tengah direnovasi.

Bermain di kandang, Vinicius Junior mencetak dua gol dalam duel ini, sementara Marco Asensio menambahkan gol ketiga. Mohamed Salah hanya bisa mencetak satu gol hiburan bagi The Reds.

Pada leg kedua di Anfield, Liverpool pun tidak mampu berbuat lebih. Mereka hanya mampu bermain imbang 0-0.

Hasil ini langsung membuat Liverpool tersingkir dari babak delapan besar. Pasukan Klopp kalah agregat 1-3.

Sejarah Pertemuan Liverpool Vs Real Madrid

• Final Piala Eropa (1980-1981)
Liverpool vs Real Madrid 1-0
*Liverpool juara

• Babak 16 Besar Champions League (2008-2009)
Leg 1: Real Madrid vs Liverpool (0-1)
Leg 2: Liverpool vs Real Madrid (4-0)
*Liverpool menang agregat 5-0

Babak penyisihan grup Champions League (2014-15)
Matchday 3: Liverpool vs Real Madrid 0-3
Matchday 4: Real Madrid vs Liverpool 1-0
*Liverpool tidak lolos dari babak penyisihan

Final Champions League (2017-18)
Real Madrid vs Liverpool 3-1
*Real Madrid juara

• Perempat final Champions League (2020-21)
Leg 1: Real Madrid vs Liverpool 3-1
Leg 2: Liverpool vs Real Madrid 0-0
*Real Madrid menang agregat 3-1

Motivasi Liverpool

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp tidak menampik kekalahan empat tahun silam dan juga musim lalu sebagai pil pahit. Juru taktik asal Jerman mengungkapkan itu tak lama setelah Madrid menyingkirkan Manchester City di semifinal Liga Champions musim ini.

"Itu sangat menyakitkan, saya tidak bisa membayangkan. Saya pernah mengalami malam seperti itu, tidak menyenangkan," kata Klopp kepada wartawan, 6 Mei 2022.

Karena itu, ia menatap sangat serius laga final Liga Champions antara Liverpool vs Real Madrid pada 29 Mei 2022 mendatang. Klopp bahkan menganggapnya sebagai takdir.

Sebab, empat tahun kemudian, bak laga ulangan, Liverpool akhirnya dapat kesempatan kedua, bertemu lawan sama, di fase sama (final).

"Ketika kami kalah di final waktu itu, solusi ideal saya adalah untuk melawan Real Madrid lagi. Madrid kayaknya memang menjadi takdir kami (di final musim ini)," ungkap Klopp.

Penyerang Liverpool, Mohamed Salah, tidak sungkan menganggap laga final ulang besok sebagai peluang pembalasan. Ia mengaku sangat termotivasi melakoni final kali ini.

"Saya sangat termotivasi setelah hasil melawan Real Madrid di final waktu itu," kata Salah. "Semua pemain termotivasi untuk memenangkan Liga Champions. Semua pemain bersemangat."

Bagi Liverpool, final musim ini menjadi peluang mengangkat trofi ke-7 mereka sepanjang mengikuti gelaran Liga Champions. The Reds terakhir memenangkannya pada musim 2018-2019, setahun setelah dikalahkan Real Madrid di final.

Sementara bagi Real Madrid, final kali ini adalah kesempatan mereka mengangkat si Kuping Besar untuk ke-14 kalinya. Madrid masih klub peraih gelar Liga Champions terbanyak sepanjang sejarah. Los Blancos sudah mengoleksi 13 trofi.

Siapa bakal menang besok?

Jadwal Final Liga Champions 2021/2022

• Liverpool vs Real Madrid

• Stadion Stade de France, Paris, Perancis

• 29 Mei 2022

• Pukul 02.00 WIB

• Siaran langsung SCTV dan Vidio

Sumber: BBC Sport, Liverpool FC Indonesia, Sky Sports

Highlights Real Madrid vs Liverpool di Final Liga Champions 2017/2018

Baca juga:

- Liverpool Vs Real Madrid: Bagaimana Nasib Kiper Loris Karius Saat Ini?

- Respek Besar Jurgen Klopp untuk Carlo Ancelotti

- Liverpool Vs Real Madrid di Final, Klopp: Kayaknya Takdir

- Presiden UEFA Akui Marah pada Jurgen Klopp

- 8 Pemain Real Madrid Ini Bisa Saingi Rekor Ronaldo di Final Liga Champions

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Mantan bek kanan di liga kampus. Masih belajar jadi versi terbaik.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image